Tampilkan postingan dengan label sajak. Tampilkan semua postingan

SAJAK HUJAN

No Comments »


1.
Musim hujan adalah masa di mana senja berpulang saat petang. Masa di mana gigil dan rindu menginginkan jendela.

2.
Kau tahu? Ada dua hal yang kurindukan saat hujan: guling dan selimut. Kamu boleh memilih menjadi salah satunya. Keduanya sama hangatnya dalam pelukan.

3.
Satu hal yang aku tahu, pelukan itu ibarat senja. Mendekap semesta pada suatu ketika, lalu pergi dari jendela. Entah kemana ...



(Makassar, bulan November 2014 yang sedang hujan)

K A N G E N

No Comments »

Seorang lelaki yang tidak disebut namanya menjadi korban peristiwa kangen. Kejadian wajar namun tak biasa ini belum juga bisa ditangani.

Peristiwa ini berlangsung begitu cepat dan tak diduga. Berdasarkan penuturan korban, kangen itu terjadi saat dirinya hendak masuk ke toilet. Diakuinya, saat itu kepalanya pening. Meski bibir tak pecah-pecah, tapi dada berdebar-debar rasanya.

"Awalnya kukira saya diare. Hingga akhirnya saya yakin kalau ini kangen, namanya," tutur lelaki yang (sok) tampan ini usai dimintai keterangannya, malam tadi.

Sejak diterbitkannya status ini, peristiwa kangen tersebut masih sementara berlangsung. Bahkan saat ini korban masih bingung, (si)apa gerangan yang tega menjeratnya dalam peristiwa hebat tersebut. (*)

Beberapa Hal Tentang Sesuatu

No Comments »



1.
Tepat 14 Agustus 2016, pernikahan kedua orang tua sudah menginjak usia 34 tahun. Waktu yang lama dan tidak mudah untuk mempertahankan bahtera rumah tangga meski umur sudah menua.

2.
Tahun 1982, tersebutlah seorang pria muda dan juga tampan. Muhammad Arsyad, namanya. Sabtu, 14 Agustus, menjadi momen sakral baginya. Ia sengaja mengenakan setelan jas, dasi, dan peci yang membuatnya menjadi lelaki (nyaris) sempurna dan berbahagia. Sebentar lagi, ia bakal mempersunting wanita idamannya.

3.
Aminah tersipu malu. Ia tak bisa menyembunyikan wajahnya yang merah merona pada pantulan cermin. Barangkali tak pernah terlintas dipikirannya bakal dirias secantik ini. Tapi hari itu, penampilannya nyaris menyerupai RA Kartini. Dalam gugup ia berdoa, semoga akad nikahnya lancar dan baik-baik saja. Habis akad, terbitlah buku nikah. Semoga!

4.
SAH!!! Mulut Muhammad Arsyad lancar merapal ijab kabul. Sabtu, 14 Agustus 1982, adalah hari dimana ia resmi menyandang gelar "suami". Lalu, siapa wanita paling berbahagia saat dipanggil dengan sebutan "istri" dari lelaki yang mencintainya? Tentu saja, Aminah.

5.
Tak terasa, sekarang tahun 2016 yang sedang Agustus. Muhammad Arsyad dan Aminah dikaruniai anak-anak yang tampan dan juga cantik. Sebuah warisan yang amat berharga—di luar kebaikan hati yang juga menjadi teladan. Sudahkah kalian bahagia? Tentu tidak. Saya pikir, kalian berdua masih sementara bahagia.

6.
Hadiahnya baru saja saya titip kepada Tuhan. Tak ada acara perayaan yang mewah untuk hari pernikahan yang nyatanya sudah berusia 34 tahun. Kadonya dikemas dalam bentuk doa, tapi...insya Allah...isinya diharapkan bisa menjadi pengantar buat ke surga. Untuk Muhammad Arsyad dan Aminah yang tak hadir di dunia maya, tapi berbahagia di dunia nyata: TERIMA KASIH telah menjadi orang tua bagi anak-anak yang beruntung.

KEPALAKU KEPADAMU

No Comments »

Aku mencintaimu
masih di tempat yang sama
dengan cara yang sama pula

Di kepalaku...

Aku mencintaimu
diam-diam

SA--Makassar (2016)

SELAMAT PAGI

No Comments »

Apa kabarnya pagi esok hari?
|"Dini hari masih terlampau muda, upil bahkan belum kering sekarang"|


01.17 Wita [8 Maret 2014]

SAJAK SALAH FOKUS

No Comments »

Bagaimana rasanya minum kopi pakai garam?
Rasanya manis
dibarengi senyuman
dan dua titik air mata di pipi
Tapi...itu jika hanya dihadapanmu


11.08 pm

S.E.N.J.A.

No Comments »

Tadi, Senja mampir sejenak menjingga di dalam dada. Bukan luka maupun duka yang dilukisnya. Hanya menitipkan rupa yang menjelma serupa doa.

Senja adalah wanita. Dan ia telah pergi. Bukan karena hilang ditelan sore, tapi kembali ke dalam rahim sang ibu. Senja menunggu terlahir kembali lewat seuntai kata semoga.



18.08 Wita

RINDU

No Comments »

Rindu itu meluas
Menyebar dari utara ke selatan
Melebar dari timur hingga ke barat
Mencari (mu) untuk bertemu kamu
Denganmu...
 


*19.19 Wita - Saat Hujan Lagi Lucu-Lucunya

MALAM, HUJAN, DAN DESEMBER

No Comments »

Malam ini hanya ada bincang-bincang
Tentang langit Desember yang gelap
Tak lagi gemerlap tanpa bintang-bintang

Selamat datang hujan dan kenangan

Hati sedang kering sekarang
Kerontang sebelum kemarau menerjang

DIA(M)

No Comments »

Adalah sendiri, yang disederhanakan sebentuk aku
Begitulah aku, yang bergelut dalam sunyi
Seperti sunyi, yang sepi tanpa aku


-Makassar | 12 Januari 2014-19.14 Wita

AH...

No Comments »

Gerah !
Inspirasi tumpah
Tergeletak tak tahu arah
Kepada siapa harus menyerah?

Sumpah !
Nalarku telah terjarah
Tak mampu berfikir ilmiah
Persetan dengan petuah

Marah !
Perang batin pun pecah
Entah siapa yang bersimbah darah
Kaukah itu serakah?

Sampah !
Dasar makhluk lemah
Hanya sekedar wabah
Keadaan dibuat semakin parah

Masalah !
Sampai kapan kan singgah?
Berhentilah menjamah
Teruslah mendesah

Sudahilah !
Ini bukan berdakwah
Hanya hal yang alamiah
Tuk mencapai sebuah fitrah

Alhamdulillah...

TEMBOK; Antara Bebas dan Terbatas

No Comments »

Tembok yang realistis ini tiba-tiba terasa janggal, mengganggu dan sebenarnya inilah yang membuat betah berlama-lama dihadapannya;

Kejanggalan ini rupanya terjadi pada tembok yang realistis itu. Sangat besar, hampir tak ada perspektif pada ketebalan tembok itu;

Bidang tembok dibuat panjang dan lebar sama persis. Semestinya, di sinilah berlaku rumus perspektif itu. Makin jauh, makin menyempit;

Mungkin inilah tawaran dimana memang harus melihat tembok sebagai tembok, bukan sesuatu yang lain;

Memang benar, tembok itu adalah tembok yang memisahkan dua hal yang tak semestinya dipisahkan;

Tembok komunikasi antara kita dan orang lain, tembok antara dunia nyata dan dunia imaji, antara hidup dan kematian;

Inilah kenyataan. Di sana-sini terselip pandangan dimana jika tak memberikan perspektif ke depan, hanya ada kebebasan dalam keterbatasan

Di sanalah seharusnya bermula. Bukan, ya bukan! Di sinilah awalnya. Dari tembok tetangga sampai jiwa mengembara.

PUISIKAH?

No Comments »

Hai kiranya perasaanku
dimanakah harapanku
sesungguhnya harapan dan pengandaian
adalah melelahkan..

Apa yang luput daripadaku
tidak akan dapat kembali
dengan sesalan dan harapan
begitu pula pengandaian
Dengan lamunan kusakiti hatiku
smoga aku mmberi rasa gembira
kesedihan yg ada dalam diriku
dengan bermacam cita-cita..

aku telah mngetahui
hubunganmu tak diharapkan
akan tetapi aku sendiri
tidak terangkat dengan lamunan..

Takdir Tuhan telah terdahulu
begitu juga keputusan-Nya
kosongkan saja dari hati ini
barangkali dan seandainya

AKSARA CINTA

No Comments »

Tentang cinta
Yang mengejakanmu kata cinta
Meminta lewat kata
Tak menerima karena rasa

Tentang cinta

Yang mencintaimu tanpa [C]
Tidak dengan [I]
Bukan karena [N]
Tidak pula [T]
Dan tanpa [A]

Cinta itu buta huruf…



-Makassar | 14 Januari 2014-21.25 Wita

PRAWACANA

No Comments »

Kepada syair,
bercintalah!


[Makassar, pada suatu hari yang sunyi di tahun 2013]